Ngabuburit Ala Kaum Jomblo

6 Jun 2017

 

Ngabuburit merupakan salah satu fenomena budaya yang tak pernah absen pada bulan Ramadhan. Usut punya usut, ternyata ngabuburit berasal dari Bahasa Sunda yaitu burit yang berarti waktu menjelang sore hari. Kegiatan ini identik dengan aktifitas yang dilakukan sembari menunggu waktu magrib tiba atau waktu berbuka puasa.

Ngabuburit menjadi salah satu momentum yang dirindukan oleh banyak orang. Karena aktifitas ini hanya ada di bulan puasa. Tak ayal waktu menjelang berbuka selalu menjadi salah satu puncak keramaian di bulan Ramadhan selain sholat tarawih tentunya. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi ngabuburit ini. Pun juga jika kalian adalah kaum jomblo (baca:fakir asmara). Jangan khawatir, karena ngabuburit adalah hak seluruh manusia, tidak peduli status, baik status sosial maupun status asmara.

Berikut beberapa aktifitas yang bisa dilakukan oleh kaum jomblo untuk mengisi ngabuburit.

Berburu kuliner

Menjelang waktu berbuka ada begitu banyak pedagang makanan dan minuman bergentayangan di pinggir jalan. Dari pada kamu mendekam di kamar sembari membayangkan gebetan yang tak kunjung ngasi kepastian, lebih baik kamu keluar dan cari ta’jil yang enak di santap. Lihatlah dan bergabunglah dalam keramaian ngabuburit. Niscaya kau akan sadari bahwa Ramadhan adalah bulan pemersatu berbagai golongan. Sungguh sangat mubazir jika kau hanya menunggu bedug magrib di depan layar televisi.

Kamu bisa ngajakin teman-temanmu untuk bergabung mencari kuliner berbuka. Apalagi jika teman-temanmu itu jomblo juga seperti kamu. Tapi kalau kamu lebih nyaman keluar seorang diri pun tidak masalah. Keluarlah dan nikmati keramaian senja di bulan puasa ini. Pasti kan kau rasakan kehangatan Ramadhan yang tak dapat kau temukan di bulan-bulan lain. Sapalah penjual makanan dan minuman itu dengan ramah, pesan menu yang kau ingin, berikan senyum terbaik, apalagi jika si penjualnya cakep. Kali aja jodoh, atau minimal dapat diskon. Hehe.

Mendengarkan Kajian

Di bulan Ramadhan masjid-masjid rata-rata mengadakan kajian-kajian Islami menjelang berbuka. Aktifitas ini tentu menjadi pilihan yang baik juga. Menghadiri majelis ilmu merupakan salah satu bentuk ngabuburit produktif. Ilmu kita bertambah, pengetahuan meluas, dan insya Allah mendapatkan pahala. Kajian-kajian semacam ini biasanya ditutup dengan berbuka puasa bersama. Sudah tersedia ta’jil gratis untuk para jama’ah. Kan mubazir kalau nggak dihabiskan. Tapi ingat! Jangan jadikan ta’jil gratis sebagai tujuan utama menghadiri majelis ilmu. Jadikan saja itu niat sampingan. Meski bagi anak kos biasanya hal ini menjadi niat utama. Lumayan buat menghemat uang makan. Hehe.

Berolahraga

Puasa bukan penghalang untuk berolahraga. Sebagian orang memang menghindari olahraga di bulan puasa karena khawatir mengganggu ibadah puasa. Padahal beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa olahraga di bulan puasa sangat baik bagi kesehatan tubuh, namun tentunya harus tetap disesuaikan dengan kondisi fisik. Jika kalian mau, wahai para jomblo, berolahragalah selama 30 – 60 menit sebelum berbuka puasa. Jangan takut haus, toh nanti kalau sudah bedug kalian mau minum satu galon pun nggak bakalan ada yang protes.

Membaca

Kalau kalian malas keluar, enggan berolahraga, ataupun tidak berkeinginan menghadiri kajian Ramadhan, membaca menjadi opsi yang patut dipertimbangkan. Tapi, pilih-pilih dahulu kita mau baca apa dan mau baca di mana. Saran saya sih menjelang berbuka enaknya baca buku-buku yang ringan saja, bisa komik, novel, ataupun buku-buku motivasi. Kalau tempat paling asyik ya di tempat yang terbuka. Jangan yang pengap dan gelap. Bacalah di bawah langit senja langsung (kalau nggak hujan). Nikmati dan syukuri hembusan angin yang menyentuh wajah dan buku yang kau pegang. Hingga tidak terasa azan magrib berkumandang memanggilmu untuk menutup buku lalu berbuka puasa.

Kumpul Keluarga

Option ini berlaku bagi kalian yang bukan anak rantau. Ramadhan akan semakin terasa hangat di tengah kehangatan keluarga besar. Jangan iri pada mereka yang ngabuburit dengan pasangan. Itu iri yang tidak pantas dan tidak berkualitas. Kalian punya keluarga, merekalah harta terbesar yang kalian miliki. Jangan pernah menyia-nyiakan apalagi menyakiti keluarga. Dan bagi kita, wahai jomblo yang sedang di tanah rantau, bersabarlah, insya Allah akan tiba waktu kita mudik lalu berpuasa bersama keluarga besar. Orang sabar disayang Tuhan. Disayang pacar nggak perlu. Kan nggak punya pacar juga -_-

Masih banyak yang bisa dilakukan oleh kaum jomblo guna mengisi ngabuburit. Lima aktifitas di atas hanyalah tawaran yang pernah saya lakukan dan saya nikmati dalam kondisi jomblo. Saya Cuma ingin berbagi. Teman-teman juga bisa memberi masukan aktifitas apa yang asyik dilakukan oleh seorang jomblo agar ngabuburitnya menjadi lebih produktif, berpahala, dan yang terpenting tidak mengenaskan. Intinya mah jangan sampai kita melalaikan khazanah dan kehangatan Ramadhan hanya karena terlalu larut dalam nelangsa kejombloan yang fana ini. Percayalah, jomblo pasti berlalu.


TAGS religi


loading...
-

Search

News